Obat-Obat yang mengurangi penyerapan Karbohidrat dari Usus halus
Sebelum diserap kedalam aliran darah, karbohidrat-karbohidrat harus diuraikan dahulu kedalam partikel-partikel gula yang lebih kecil, seperti glukosa, oleh enzim-enzim didalam usus kecil. Satu dari enzim-enzim yang terlibat dalm penguraian karbohidrat disebut alpha glucosidase. Dengan menghambat ezim ini, karbohidrat-karbohidrat tidak diuraikan secara efisien dan penyerapan glukosa tertunda atau diperlambat.Acarbose Nama dari penghambat alpha glucosidase yang tersedia di Amerika adalah acarbose (Acrios). Pada percobaan-percobaan klinis dengan lebih dari 700 pasien-pasien, penggunaan dari acarbose dihubungkan dengan suatu reduksi pada nilai dari hemoglobin A1c (suatu ukuran yang dikenal dari gula-gula darah rata-rata tiga bulan sebelumnya) yang lebih besar secara signifikan dari pada penggunaan placebo (tidak ada perawatan). Bagaimanapun, sebagai suatu obat tersendiri, acarbose tidak seefektif obat-obat diabetes lainnya. Karena acarbose bekerja didalam usus, efeknya adalah additive pada obat-obat diabetik yang bekerja pada sisi-sisi lain, seperti sulfonylureas. Studi-studi klinis telah menunjukan secara statistik pengontrolan yang lebih baik dari gula darah pada pasien-pasien yang dirawat dengan acarbose dan suatu sulfonylurea dibandingkan dengan sulfonylurea sendiri saja. acarbose saat ini digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan suatu sulfonylurea.
acarbose diminum tiga kali sehari pada waktu mulai makan. Dosisnya bervariasi dari 25 sampai 100mg pada setiap kali makan. Dosis maksimum yang direkomendasikan adalah 100mg tiga kali sehari. Pada dosis lebih tinggi dari ini, pembalikan kelainan-kelainan pada hati dapat terlihat. Karena aksi mekaniknya, Precose mempunyai efek-efek samping pencernaan (gastrointestinal) secara signifikan. Sakit perut (abdominal pain), diare, dan gas adalah umum dan terlihat pada sampai dengan 75% dari pasien-pasien yang meminum acarbose. Untuk sebab ini, acarbose diminum dengan menggunakan suatu dosis awal yang rendah yang ditingkatkan dari minggu ke minggu tergantung dari toleransi pasien. Kebanyakan dari gejala-gejala pencernaan (gastrointestinal) cenderung mereda melalui perjalanan dari beberapa minggu walaupun beberapa pasien-pasien melaporkan persoalan-persoalan yang gigih/menetap.
