Tipe-Tipe
Diabetes/Kencing Manis
Ada dua tipe-tipe utama dari
diabetes, disebut tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 juga disebut diabetes
mellitus yang tergantung insulin [insulin dependent diabetes mellitus (IDDM)],
atau diabetes mellitus yang menyerang anak-anak. Pada diabetes tipe 1, pankreas
mengalami suatu serangan autoimun oleh tubuhnya sendiri, dan dibuat tidak mampu
membuat insulin. Kelainan-kelainan antibodi-antibodi telah ditemukan pada
mayoritas pasien-pasien dengan diabetes tipe 1. Antibodi-antibodi adalah protein-protein
didalam darah yang merupakan bagian dari sistim imun tubuh. Pasien dengan diabetes
tipe 1 harus tergantung dari obat-obatan insulin untuk kelangsungan hidup.
Pada penyakit-penyakit autoimun,
seperti diabetes tipe 1, sistim imun secara keliru membuat antibodi-antibodi
dan sel-sel peradangan yang diarahkan melawan dan menyebabkan kerusakan pada
jaringan-jaringan tubuh pasien sendiri. Pada pasien dengan diabetes tipe 1,
sel-sel beta dari pankreas yang bertanggung jawab pada produksi insulin,
diserang oleh sistim imun yang salah diarahkan. Dipercayai bahwa kecenderungan
mengembangkan antibodi-antibodi abnormal pada diabetes tipe 1 adalah sebagian
diwariskan secara genetik, walaupun detil-detilnya tidak sepenuhnya dimengerti.
Ekspose pada infeksi-infeksi virus tertentu (virus-virus mumps dan Coxsackie)
atau racun-racun lingkungan lainnya dapat menyajikan untuk memicu respon-respon
antibodi yang abnormal yang menyebabkan kerusakan pada sel-sel pankreas dimana
insulin dibuat. Antibodi-antibodi ini dapat diukur pada mayoritas
pasien-pasien, dan mungkin dapat membantu menentukan individu-individu yang
mana saja berada pada risiko mengembangkan diabetes tipe 1.
Pada saat ini, American Diabetes
Association tidak merekomendasikan penyaringan secara umum populasi untuk diabetes
tipe 1, meskipun penyaringan dari individu-individu yang berisiko tinggi,
seperti yang dengan suatu family generasi pertama (suadara kandung atau orang
tua) dengan diabetes tipe 1 seharusnya dianjurkan. Diabetes tipe 1 cenderung
terjadi pada individu-individu yang muda dan kurus, umumnya sebelum berumur 30
tahun, bagaimanapun, pasien-pasien yang lebih tua kadangkala juga menunjukan
bentuk diabetes ini. Sub-sub kelompok ini dirujuk sebagai diabetes autoimun
tersembunyi pada orang dewasa [latent autoimmun disease in adults (LADA)]. LADA
adalah suatu bentuk yang lambat dan progresif dari diabetes tipe 1. Dari semua
pasien-pasien diabetes, hanya kurang lebih 10% dari pasien-pasien mempunyai diabetes
tipe 1 dan sisanya 90% mempunyai diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 2 juga dirujuk sebagai
diabetes mellitus yang tidak tergantung insulin [non-insulin dependent diabetes
mellitus (NIDDM)], atau diabetes mellitus yang menyerang orang dewasa [adult
onset diabetes mellitus (AODM)]. Pada diabetes tipe 2, pasien-pasien tetap
masih dapat memproduksi insulin, namun relatif tidak memcukupi untuk
kebutuhan-kebutuhan tubuhnya, terutama menghadapi resisten insulin seperti yang
didiskusikan diatas. Pada banyak kasus-kasus, ini sesungguhnya berarti pankreas
memproduksi jumlah insulin yang lebih besar dari normalnya. Suatu sifat utama
dari diabetes tipe 2 adalah suatu kekurangan kepekaan sel-sel tubuh pada
insulin (terutama sel-sel lemak dan otot). Sebagai tambahan pada persoalan
dengan suatu peningkatan resistensi insulin, pelepasan insulin oleh pankreas
dapat juga rusak dan suboptimal. Kenyataannya, ada suatu penurunan yang tetap
dan diketahui pada produksi insulin dari sel-sel beta pada diabetes tipe 2 yang
berkontribusi pada pemburukkan pengontrolan glukosa. (Ini adalah suatu faktor
utama untuk banyak pasien-pasien dengan diabetes tipe 2 yang pada akhirnya
memerlukan terapi insulin). Akhirnya, hati pada pasien-pasien ini terus
berlanjut memproduksi glukosa melalui suatu proses yang disebut gluconeogenesis
meskipun dengan tingkat-tingkat glukosa yang tinggi. Kontrol dari
gluconeogenesis menjadi bersepakat.
Ketika dinyatakan bahwa diabetes
tipe 2 kebanyakan terjadi pada individu-individu lebih dari umur 30 tahun dan
timbulnya meningkat dengan umur, kita melihat suatu angka yang mengkhwatirkan
dari pasien-paseien dengan diabetes tipe 2 yang belum mencapai umur 10 tahun.
Faktanya, untuk pertama kali dalam sejarah kemanusiaan, diabetes tipe 2
sekarang lebih umum dari pada diabetes tipe 1 pada masa kanak-kanak. Kebanyakan
dari kasus-kasus ini adalah suatu akibat langsung dari kebiasaan makan yang
buruk, berat badan yang lebih berat, dan kurangnya berolahraga.
Ketika ada suatu komponen genetik
yang kuat untuk mengembangkan bentuk diabetes ini, ada faktor-faktor risiko
lainnya - yang paling signifikan darinya adalah kegemukan (obesity). Ada suatu
hubungan langsung antara derajat kegemukan dan risiko pengembangan diabetes
tipe 2 , dan ini benar baik pada anak-anak maupun orang-orang dewasa.
Diperkirakan bahwa kesempatan mengembangkan diabetes menjadi dua kali untuk
setiap peningkatan berat badan sebesar 20% dari berat badan yang diinginkan.
Mengenai umur, data menunjukan bahwa
untuk setiap dekade setelah umur 40 tahun tidak perduli berat badannya ada suatu
peningkatan kejadian diabetes. Kelaziman (prevalence) dari diabetes pada
orang-orang berumur 65 sampai 74 tahun adalah hampir 20%. Diabetes tipe 2 juga
adalah lebih umum pada kelompok-kelompok etnik tertentu. Dibandingkan dengan
suatu kelaziman sebesar 6% pada orang-orang kulit putih (Caucasians), kelaziman
pada orang-orang Amerika keturunan Afrika dan Asia diperkirakan adalah 10%,
pada orang-orang Hispanics 15%, dan pada komunitas-komunitas pribumi Amerika
tertentu 20% sampai 50%. Akhirnya, kencing manis terjadi jauh lebih sering pada
wanita-wanita dengan sejarah diabetes sebelumnya yang berkembang selama
kehamilan (gestational diabetes).
Kencing manis dapat terjadi
sementara selama kehamilan. Perubahan-perubahan hormon yang signifikan selama
kehamilan dapat menjurus pada penigkatan gula darah pada individu-individu yang
dipengaruhi secara genetik. Peningkatan gula darah selama kehamilan disebut gestational
diabetes. Gestational diabetes umumnya menghilang setelah bayi dilahirkan.
Bagaimanapun, 25-50% dari wanita-wanita dengan gestational diabetes akan
akhirnya dalam hidupnya mengembangkan diaetes tipe 2, terutama pada yang
memerlukan insulin selama kehamilan dan yang tetap kegemukan setelah
melahirkan. Pasien-pasien dengan gestational diabetes umumnya diminta menjalani
suatu tes toleransi gula secara oral kira-kira 6 minggu setelah melahirkan
untuk menentukan apakah diabetesnya tetap berlangsung sesudah kehamilan, atau
apakah adanya kehadiran bukti apa saja (seperti toleransi glukosa yang
terganggu) yang dapt menjadi petunjuk pada risiko masa depan pasien untuk
mengembangkan kencing manis.
Diabetes sekunder (secondary
diabetes) merujuk pada peningkatan tingkat-tingkat gula darah dari kodisi medis
lainnya. Diabetes sekunder dapat berkembang ketika jaringan pankreas
bertanggung jawab pada produksi insulin dirusak oleh penyakit, seperti
pankreatitis kronis (peradangan dari pankreas disebabkan oleh racun-racun
sepeti alkohol yang berlebihan), luka (trauma), atau operasi pembuangan
pankreas. Diabetes dapat juga berasal dari gangguan-gangguan hormon lainnya,
seperti produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan (acromegaly) dan Cushing's
syndrome. Pada acromegaly, suatu tumor kelenjar pituitari (pituitary gland
tumor) pada dasar otak menyebabkan produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan,
menjurus pada hyperglycemia. Pada Cushing's syndrome, kelenjar-kelenjar adrenal
(adrenal glands) memproduksi suatu cortisol yang berlebihan, yang mempromosikan
peningkatan gula darah.
Sebagai tambahan, obat-obat tertentu
dapat memperburuk kontrol diabetes, atau "membuka kedok"
("unmask") diabetes yang tersembunyi. Ini terlihat paling umum ketika
obat-obat steroid (seperti prednisone) diminum dan juga dengan obat-obat yang
digunakan pada perawatan infeksi HIV (AIDS).
