Gejala-Gejala Dan Tanda-Tanda Hemokromatosis
Pasien-pasien dengan hemochromatosis awal tidak mempunyai gejala-gejala dan
tidak sadar atas kondisinya. Penyakit ini mungkin kemudian terungkap ketika
tingkat-tingkat darah besi yang meningkat tercatat oleh tes darah rutin. Pada
pria-pria, gejala-gejala mungkin tidak tampak hingga berumur 40-50 tahun.
Endapan-endapan besi pada kulit menyebabkan penggelapan kulit. Karena
perempuan-perempuan kehilangan besi melalui kehilangan darah menstrual, mereka
mengembangkan kerusakan organ dari akumulasi besi 15 sampai 20 tahun lebih telat
daripada pria-pria pada rata-ratanya.
Endapan-endapan besi pada kelenjar pituitari dan
buah-buah pelir menyebabkan penyusutan dari buah-buah pelir dan impoten.
Endapan-endapan besi pada pankreas menyebabkan
suatu pengurangan produksi insulin yang berakibat pada diabetes mellitus. Endapan-endapan besi pada otot jantung dapat menyebabkan gagal jantung
begitu juga ritme jantung yang abnormal (aritmia
jantung). Akumulasi besi dalam hati menyebabkan luka
parut hati (sirosis) dan suatu peningkatan risiko mengembangkan kanker hati.
Mendiagnosis Hemokromatosis
Kebanyakan pasien-pasien dengan hemokromatosis didiagnosis awal dan tidak
mempunyai gejala-gejala. Hemokromatosis mereka ditemukan ketika tingkat-tingkat
besi dalam darah yang ditemukan sebagai bagian dari tes darah rutin; atau ketika
tingkat-tingkat besi diukur seperti dalam studi-studi penyaringan pada
anggota-anggota keluarga dengan hemochromatosis yang diturunkan. Beberapa
pasien-pasien didiagnosis mempunyai hemochromatosis ketika dokter-dokter mereka
melakukan tingkat-tingkat besi darah sebagai bagian dari evaluasi
kenaikan-kenaikan yang abnormal dalam tingkat-tingkat darah dari enzim-enzim
hati AST/SGOT dan ALT/SGPT.
Tes-Tes Darah Besi
Ada beberapa tes-tes darah yang mencerminkan jumlah besi dalam tubuh; tingkat
ferritin, tingkat besi, total iron binding capacity (TIBC), dan transferrin
saturation.
Ferritin adalah suatu protein darah yang tingkat-tingkatnya berkorelasi
dengan jumlah besi yang disimpan dalam tubuh. Tingkat-tingkat ferritin darah
biasanya adalah rendah pada pasien-pasien dengan anemia yang kekurangan besi,
dan adalah tinggi pada pasien-pasien dengan hemochromatosis dan kondisi-kondisi
lain yang menyebabkan suatu peningkatan tingkat-tingkat besi darah. Karena
ferritin juga dapat meningkat pada infeksi-infeksi tertentu seperti hepatitis
virus dan kondisi-kondisi peradangan lain dalam tubuh, suatu kenaikan tingkat
ferritin sendiri adalah tidak cukup untuk mendiagnosis hemochromatosis secara
akurat.
Serum besi, TIBC, dan transferrin saturation seringkali dilaksanakan
bersamaan.
Serum besi adalah pengukuran jumlah besi dalam serum (bagian
cairan dari darah).
TIBC adalah suatu pengukuran jumlah total besi yang
dapat dibawa dalam serum oleh transferrin, suatu protein yang membawa besi dalam
serum dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya.
Transferrin
saturation (kejenuhan transferrin) adalah suatu jumlah yang dihitung dengan
membagi serum besi oleh TIBC ia adalah suatu angka yang mencerminkan berapa
besar persentase dari transferrin yang sedang dipakai untuk mentransport
(mengangkut) besi. Pada individu-individu sehat transferrin saturation adalah
antara 20 dan 50 persen. Pada pasien-pasien dengan anemia kekurangan besi, serum
besi dan transferrin saturation adalah rendahnya abnormal; dan pada
pasien-pasien dengan hemochomatosis keturunan serum besi dan transferrin
saturation adalah tingginya abnormal.
Karena serum besi dapat meningkat dengan makan dan dapat berfluktuasi selama
seharian, pengukuran-pengukuran serum besi harus dilakukan waktu puasa, biasanya
pagi hari sebelum makan pagi.
Biopsi Hati
Tes yang paling akurat untuk mendiagnosis hemokromatosis adalah pengukuran
kandungan besi dari jaringan hati yang diperoleh dengan suatu biopsi. Suatu
biopsi hati melibatkan pengangkatan dari suatu contoh jaringan hati untuk
analisa dan biasanya dilaksanakan dengan sebuah jarum dibawah pembiusan lokal.
Setelah membuat kulit dan jaringan-jaringan dibawahnya mati rasa, dokter
memasukan jarum kedalam hati melalui sangkar tulang rusuk kanan bagian bawah,
adakalanya dibawah bimbingan dari ultrasound. Jaringan yang diperoleh dengan
jarum dipelajari dibawah sebuah mikroskop untuk tanda-tanda penyakit hati aktif,
fibrosis dan sirosis (luka parut permanen), dan kandungan besi (biasanya
meningkat secara signifikan pada hemokromatosis).
Biopsi hati juga mempunyai nilai prognosis karena ia menentukan apakah pasien
telah menderita sirosis yang telah lanjut yang tidak dapat diubah. Pasien-pasien
dengan hemochromatosis namun dengan suatu biopsi hati yang normal mempunyai umur
panjang yang serupa dengan dewasa-dewasa sehat lainnya jika dirawat dengan
memadai, dimana pasien-pasien dengan sirosis sebagai akibat dari suatu
hemochromatosis mempunyai umur panjang yang dikurangi secara signifikan. Lebih
jauh, risiko-risiko pasien-pasien sirosis mengembangkan kanker hati
(hepatocellular carcinoma) adalah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
subyek-subyek normal bahkan dengan perawatan yang memadai dari kelebihan beban
besi dengan
phlebotomy (lihat bawah).
Tes-Tes Genetik
Gen-gen untuk hemokromatosis keturunan diidentifikasikan pada tahun 1996.
Gen-gen dirujuk sebagai gen-gen HFE. Hemokromatosis keturunan dikaitkan pada
kebanyakan pasien-pasien dengan dua mutasi-mutasi dari gen-gen HFE; C282Y dan
H63D.
Suatu C282Y homozygote adalah seseorang yang telah mewarisi satu gen C282Y
yang telah bermutasi dari setiap orangtua. Suatu C282Y homozygote
dipertimbangkan berisiko mengembangkan kelebihan beban besi. Faktanya, C282Y
homozygotes bertanggung jawab untuk 95% dari seluruh hemochromatosis keturunan.
Sebaliknya, tidak setiap C282Y homozygote mengembangkan kelebihan beban besi.
Studi-studi telah menunjukan bahwa suatu perkiraan 50% dari C282Y homozygotes
mungkin tidak mengembangkan kelebihan beban besi atau komplikasi-komplikasinya.
Suatu C282Y/H63D compound heterozygote adalah seseorang yang telah mewarisi
satu gen C282Y yang telah bermutasi dari satu orangtua dan suatu gen H63D yang
telah bermutasi kedua dari orangtua lainnya. Kebanyakan compound heterozygotes
mempunyai tingkat-tingkat besi yang normal meskipun beberapa dapat mengembangkan
kelebihan beban besi yang ringan sampai sedang.
Suatu C282Y heterozygote adalah seseorang yang telah mewarisi satu gen C282Y
yang telah bermutasi dari satu orangtua namun suatu gen HFE kedua yang normal
dari orangtua lainnya. Anak-anak yang lahir dari dua C282Y heterozygotes
mempunyai suatu kesempatan sebesar 25% menjadi suatu C282Y homozygote dan, oleh
karenanya, akan berisiko mengembangkan hemochromatosis. Suatu C282Y heterozygote
tidak mengembangkan kelebihan beban besi (iron overload).
Suatu algoritmus untuk mendiagnosis hemochromatosis keturunan adalah sebagai
berikut:
- Dewasa-dewasa yang dicurigai menderita hemokromatosis keturunan (contohnya,
dewasa, saudara-saudara derajat satu dari seorang pasien dengan hemokromatosis
keturunan) diperlakuan pada pengukuran-pengukuran dari serum besi yang berpuasa,
TIBC, transferrin saturation dan ferritin.
- Pasein-pasien dengan serum besi, ferritin, yang meningkat dan transferrin
saturation yang lebih besar dari 45% diperlakukan pada tes genetik.
- Pasien-pasien dengan transferrin saturation lebih besar dari 45% yang adalah
C282Y homozygotes mempunyai hemokromatosis dan, oleh karenanya, harus dirawat
dengan therapeutic phlebotomy (lihat bawah).
Siapa Harus Menjalani Biopsi Hati ?
Tidak semua pasien-pasien dengan hemokromatosis perlu menjalankan biopsi
hati. Tujuan biopsi hati adalah untuk mengidentifikasi pasien-pasien dengan
sirosis dan untuk meniadakan kemungkinan penyakit-penyakit hati lainnya.
(Pasien-pasien dengan hemochromatosis dan sirosis berada pada risiko
komplikasi-komplikasi yang meningkat, terutama kanker hati).
Pasien-pasien muda (kurang dari umur 40 tahun) yang adalah C282Y homozygotes
dengan tingkat-tingkat darah hati yang normal dan tingkat-tingkat serum ferritin
kurang dari 1000 ng/ml mempunyai suatu risiko yang sangat rendah mendapat sirosis hati. Oleh karenanya, pasien-pasien ini dapat
dirawat dengan
therapeutic phlebotomy tanpa suatu biopsi hati. Prognosis
mereka adalah sangat baik dengan perawatan yang memadai.
Pasien-pasien yang lebih tua (lebih tua dari umur 40 tahun) yang mempunyai
tingkat-tingkat serum ferritin lebih besar dari 1000 ng/ml, dan mempunyai
tingkat-tingkat darah hati yang naiknya abnormal mungkin telah mengembangkan
sirosis. Dokter-dokter mungkin merekomdasikan biopsi-biopsi hati pada
pasien-pasien ini dengan syarat bahwa itu adalah aman untuk mereka menjalani
biopsi hati.
Artikel terkait
Hemokromatosis